Kisah Sahabat Yang Wafat di Pangkuan Rasulullah


rasulullahKISAH SAHABAT YANG WAFAT DI PANGKUAN RASULULLAH

Oleh Habibana Munzir Al Musawa

Seorang sahabat ketika keluar berjalan, melihat aurat seorang wanita dengan sengaja. Jika teringat dosa tersebut, maka ia merasa sangat hina. Selepas kejadian tersebut, dia keluar ke suatu tempat seorang diri dan mengenang dosa, sehingga tidak merasa layak lagi matanya memandang wajah Rasulullah, karena matanya telah berzina. Wajah Rasulullah yang mulia itu tidak layak dipandang dengan menggunakan mata yang pernah berzina.

Lepas beberapa hari, Rasulullah mendapat kabar dari Sayyiduba Jibril tentang si fulan tersebut. Maka Rasulullah mencari si fulan di dalam majelis. Rasulullah pun memerintahkan para sahabat mencarinya di semua tempat dan keluarganya berkata bahwa si fulan tersebut sedang berada di bukit.

Maka datang Sayyidina Abu Bakr Ash-Shidiq ke tempat tersebut dan melihat pemuda tersebut dalam keadaan menangis terisak-isak. Maka Sayyidina Abu Bakr membawanya berjumpa dengan Rasulullah, atas perintah Rasulullah yang tidak akan dilanggar oleh Abu Bakr.

—>> Download Ebook <<—-

Ketika sampai ke masjid, pemuda tersebut mendengar Rasulullah melantunkan ayat Al Qur’an, dan terjatuh karena tidak dapat menahan malunya kepada Rasulullah. Pemuda itu berkata, “Aku tidak berani melihat wajah Rasulullah, mataku ini tidak layak lagi melihat wajah Rasulullah..”. Maka Sayyidina Abu Bakr menuntunnya kehadapan Rasulullah.

Pemuda itu terus menunduk dan tidak berani mengangkat wajahnya. Maka Rasulullah berkata, “mendekatlah dan angkatlah wajahmu”. Pemuda itu berkata, “Yaa Rasulullah, mataku sudah banyak berbuat dosa..”. Rasulullah menjawab, “mohon ampunlah kepada Allah”.

Pemuda tersebut mengangkat kepalanya sedikit demi sedikit, maka mengalirlah airmatanya di hadapan Rasulullah. Dia tidak tahan dan terus menangis di lutut Rasulullah. Tak lama setelah itu, wafatlah pemuda itu dalam keadaan telah bertaubat kepada Allah dihadapan Rasulullah..

Para sahabat yang menyaksikan kejadian ini berkata, “Kami berjihad siang dan malam tapi tidak berpeluang wafat di pangkuan Rasulullah”

Sungguh tausiah yang menyejukan hati, lembut, dengan tajamnya pedang akhlak..

wallahu a’lam…
__._,_.___
Posted by: Fa Ulfa <ulfa1284@yahoo.com>

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: